Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

TERCEKIK COVID-19 TERCABIK PRIHATIN



Dalam 1 tahun terakhir, telah banyak terobosan yang dilaksanakan pemerintah guna menekan tingginya kasus penularan Covid-19. Namun, belum menampakkan keberhasilan yang nyata, Covid-19 masih terus memakan korban.

Sebaran Covid-19 di Indonesia hari ini telah mencapai 3, 13 juta jiwa. Social distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kebiasaan baru yang disebut sebagai protokol kesehatan tidak memberikan dampak besar. Semakin hari, penularan Covid-19 semakin cepat, lebih banyak korban yang terjerat juga orang yang meninggal maupun sekarat. Hal ini dikarena masih banyak masyarakat yang belum menunaikan protokol kesehatan dan upaya yang disarankan pemerintah sebagaimana mestinya.

Memasuki era New Normal, kehidupan sosial tidak dapat tatap muka secara langsung, pendidikan pun sama, dalam pembelajaran sinyal menjadi kendala utama, tidak sedikit yang lulus tanpa wisuda, semua dilakukan secara daring, ekonomi negara menjadi tidak stabil, semua sektor ekonomi mengalami kesulitan yang tinggi demi bertahan hidup. Bahkan, dikarenakan kasus Covid-19 yang terus melejit, situasi menjadi semakin runyam.

Penemuan vaksin yang ditaksir dapat menekan infeksi, ternyata belum terealisasi. Masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mempercayai vaksin tersebut, mayoritas dari mereka percaya pada teori konspirasi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya cuitan di media sosial yang menyatakan penolakan pemberian vaksin covid-19, terlebih di desa-desa, mereka bersikeras tidak mau divaksin karena banyak berita menyebar tentang efek samping yang timbul setelah divaksin.

Hal ini membuat pemerintah harus kembali memutar otak. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat ini akhirnya diberlakukan pada tanggal 3-20 Juli 2021. Setelah diamati, ternyata hal ini memang dapat menekan angka infeksi Covid-19 meski banyak yang mengatakan tidak begitu signifikan, oleh karena itu Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, memperpanjang PPKM sampai tanggal 25 Juli 2021 yang lebih dikenal sebagai PPKM level 4, akan tetapi, hal itu banyak menimbulkan pro kontra, dikarenakan pemberlakuan PPKM darurat ini lebih mempersulit masyarakat, diantaranya : 

  1.  Kegiatan belajar di sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, maupun sejenisnya 100% daring
  2. Kegiatan non esensial diberlakukan 100% staf WFH (bekerja di rumah), kegiatan esensial layanan publik 25% staf WFO (bekerja di kantor), dan kegiatan esensial sektor keuangan dan perbankan maksimal 50% staf WFO (bekerja di kantor).
  3. Bagian kritikal beroperasi 100% staf pada fasilitas produksi, konstruksi dan layanan, adapun layanan administrasi perkantoran maksimal 25% staf.
  4. Pasar tradisional, pedagang kaki lima, pasar swalayan, toko kelontong, pelaku usaha, dan sejenisnya diizinkan, dengan pembatasan jam operasional dan menerapkan protokol kesehatan. 
  5.  Kegiatan konstruksi dan infrastruktur publik beroperasi 100% dengan menerapkan prokes. 
  6.  Warung makan, kafe, dan sejenisnya tidak diperbolehkan menerima pesanan makan di tempat (dine-in) sampai pukul 21.00 WIB. 
  7.  Tempat hiburan, tempat wisata, dan area publik lainnya ditutup sementara. 
  8.  Kegiatan seni budaya, sarana olahraga, dan sosial kemasyarakatan yang menimbulkan kerumunan ditutup sementara. 
  9.  Pelaksanaan pernikahan di KUA, hajatan dan resepsi ditiadakan sementara. 
  10.  Pengoptimalan ibadah di rumah. 
  11.  Transportasi umum maksimal mengangkut 70% dari kapasitas dan pelaku perjalanan domestik harus tunjukkan kartu vaksin atau antigen. 
Keputusan kembali memperpanjang kebijakan tersebut disampaikan pada Minggu (25/7/2021) malam oleh Presiden Jokowi sebagai berikut : "Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun, kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati,”

Dengan ketentuan diantaranya :

  1. Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat. 
  2.  Pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai dengan pukul 15.00, di mana pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah. 
  3.  Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh pemerintah daerah. 
  4.  Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit. 
Oleh karena itu, agar segera terbebas dari pandemi, seluruh lapisan masyarakat harus membantu pemerintah memberantas rantai penularan Covid-19 yang tidak berkesudahan ini, membiasakan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, menaati peraturan pemerintah, dan ikut serta dalam program vaksinasi Covid-19.

Daftar Pustaka 

Dewi, R. K. Aturan Lengkap PPKM Level 4 yang Berlaku hingga 25 Juli 2021. https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/21/123000065/aturan-lengkap-ppkmlevel-4-yang-berlaku-hingga-25-juli-2021?page=all#page2. Diakses tanggal 25 Juli 2021. 

Makki, S. Poin-poin Aturan Baru Perpanjangan PPKM Level 4 dan 3. https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/nasional/2021072606253 2-20-672063/poin-poin-aturan-baru-perpanjangan-ppkm-level-4-dan-3/amp. Diakses tanggal 26 Juli 2021

Posting Komentar

0 Komentar