Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

The Earth Day's, Refleksi diri atau momen sesaat tuk bersimpati pada bumi?


(Sumber: Bobo-Grid. Id) 

The earth is what we all have in common. Bumi adalah kesamaan yang kita semua miliki. Bumi menjadi satu-satunya tempat tinggal layak bagi manusia di alam semesta, jaga bumiku, bumimu dan bumi kita semua.

Hari bumi di peringati setiap tanggal 22 April oleh dunia. Peringatan hari bumi dilakukan secara global sebagai salah satu kampanye untuk mengajak masyarakat luas agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Dikutip dari Masaginews.com gagasan hari bumi pertama kali muncul pada awal 1960, oleh seorang Senator Amerika Serikat asal Wisconsin yaitu Gaylord Anton Nelson yang memandang perlu adanya isu-isu lingkungan hidup dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini mendapat dukungan dari masyarakat luas dengan puncaknya pada tanggal 22 April 1970, dan sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi dan mengecam para perusak bumi di Fifth Avenue New York. Sehingga moment ini diperingati sebagai peringatan hari bumi pertama kali.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa peringatan hari bumi dilakukan setiap tahun guna mengajak setiap individu untuk lebih mencintai bumi dan menyelamatkannya dari hal-hal yang dapat merusak bumi akibat perbuatan manusia, misalnya penebangan liar, pembakaran hutan secara massal, pembuang sampah sembarangan sehingga menimbulkan banjir, pengerukkan pasir dan penambangan dalam jumlah besar, pembuangan limbah industri maupun rumah tangga di sungai dan laut hingga eksploitasi sumber daya alam lainnya. Namun selain ancaman kerusakan-kerusakan tersebut, banyak hal lain yang juga mengancam kelestarian bumi, salah satunya adalah problem mengenai sampah plastik.

Sampah plastik menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia dikarenakan bersifat  serbaguna, ringan, fleksibel, tahan kelembapan, kuat, dan relatif murah sehingga diminati banyak orang. Karena berbagai kemudahan tersebut, seluruh dunia bernafsu untuk menghasilkan lebih banyak produk berbahan baku plastik. Penggunaan dan pemanfaatan produk berbahan baku plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius karena plastik terbuat dari bahan yang tidak mudah untuk didegradasi.

Permasalahan sampah plastik tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun di seluruh wilayah. Dampak dari permasalahan sampah plastik terjadi di daratan maupun di perairan. Berbagai dampak negatif sampah plastik tidak hanya membahayakan kesehatan manusia, namn juga berbagai makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan serta merusak lingkungan secara sistematis. Jika tidak dikelola serius, pencemaran sampah jenis ini sangat berbahaya bagi kelanjutan planet bumi.

Manfaat penggunaan produk plastik seharusnya diimbangi dengan kalkulasi dampak negatif yang dihasilkannya. Beberapa kelebihan penggunaan plastik diantaranya  menjaga produk segar lebih tahan lama, memungkinkan pembuatan peralatan kesehatan, meningkatkan efisiensi transportasi, memiliki potensi besar digunakan dalam teknologi terbarukan. Meski demikian, bahaya zat adiktif beracun dalam plastik, pewarna plastik, bahan baku seperti bisphenol A (BPA) telah membantu meningkatkan kesadaran konsumen untuk beralih menggunakan produk non plastik yang lebih ramah lingkungan.

Kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton setiap tahun. Menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025. Selama lebih dari 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik global terus meningkat. Diperkirakan 299 juta ton plastik di produksi pada 2013. Ini menghasilkan masalah lingkungan hidup yang sangat serius bagi kita. Kondisi sampah di Indonesia saat ini sangat mencekam. Dari 60 juta ton sampah yang dihasilkan, 15 persennya merupakan sampah plastik yang tidak hanya membanjiri tempat pembuangan akhir, namun juga lautan Indonesia. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2018, 87 kota pesisir di Indonesia memberikan kontribusi 2 juta ton sampah plastic ke laut.

Plastik sekali pakai seperti kantong plastik untuk pembelanjaan atau kegunaan sehari-hari diantaranya adalah gelas plastik, sedotan, botol dan peralatan makan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Pada saat yang sama plastik sekali pakai menjadi penyumbang terbesar kedua untuk sampah plastik. Hal ini merupakan bukti bahwa tingkat kesadaran di Indonesia tentang daur ulang dan dampak lingkungan dari plastik masih sangat rendah. Sampai sini, problem sampah plastik jadi tanggungjawab siapa? Sebagai kader pergerakan apa yang seharusnya dilakukan?

Sebagian dari masyarakat beranggapan bahwa memecahkan masalah polusi plastik semudah menerapkan daur ulang atau membersihkan botol kosong. Faktanya adalah bahwa sampah plastik menyebabkan masalah dari skala besar hingga mikroskopis. Beberapa pemerintah di Negara maju dan berkembang telah memberikan solusi atas permasalahan sampah plastik dengan melarang pembuatan dan penjualan kantong plastik, pembatasan kandungan plastik untuk sebuah produk. Beberapa cara ini dapat mengurangi  dan menekaan ketergantungan penggunaan plastik. Selain itu penggunaan tas belanja berbahan dasar kain atau kertas dapat menjadi salah satu alternatif yang harus dibiasakan ketika berbelanja dipasar atau supermarket dalam upaya pelestarian lingkungan dari plastik.

Hari bumi bukan hanya semata untuk diperingati, namun hakikat dari adanya peringatan ini adalah bagaimana masyarakat mampu menghasilkan gebrakan baru dalam senantiasa menjaga dan melestarikan bumi salah satunya dari ancaman sampah plastik sebagai salah satu implementasi NDP yakni Habblu minal alam atau hubungan manusia dengan alam. Sebuah aksi nyata bagi lingkungan yang tidak hanya menyelamatkan manusia namun juga seluruh makhluk hidup di muka bumi. Cara yang paling mudah tentu dapat di mulai dari diri sendiri, dengan menjaga bumi dan seisinya tetap lestari sehingga anak cucu kelak dapat merasakan dan menikmati.

Selamat Hari Bumi :)




Penulis: Jumrotun Khasanah (Baswara19)
Editor: Zahrotul Lailatin Khoiro (Koordinator Kaderisasi masa bakti 2019-2020)

Posting Komentar

1 Komentar

Gedhe Dowo Rosho mengatakan…
Janganlah kamu menulis hanya sekali-sekali nak, karena itu terlalu sempit untuk dirimu yang harusnya mampu seluas alam semesta dalam berkarya


Salam literasi