Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketimpangan Gender

Isu Perempuan dan Gender


Pematik diskusi : Herlena Mawarti
Moderator : Attina Rusyda
Kader yang hadir : 15 Orang
Pengurus yang hadir : 8 Orang

Diskusi ke-4 Biro Advokasi

Isu gender ada karena ketidakadilan atau ketidakseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan. Ketidakadilan tersebut dikarenakan tidak terpenuhinya hak dasar, khususnya bagi perempuan. Hak dasar dipahami sebagai hak untuk menetukan diri sendiri secara mandiri. Seluruh peran, status, wilayah, dan pensifatan kepada laki-laki dan perempuan, menghalangi perempuan untuk secara individual menjadi manusia yang mandiri dan berperan sebagai anggota kelompok masyarakat yang dapat terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan pembuatan norma bersama. 

Ketidakadilan muncul karena adanya keseimbangan hubungan antara laki-laki dan perempuan, diskriminasi yang terutama hanya ditujukan pada kaum perempuan, dan ketimpangan gender di mana kaum laki-laki mendominasi kaum perempuan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun di dunia publik. Kaum perempuan kebanyakan tersubordinasi dari kehidupan tersebut sehingga terjadi kekerasan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negara. Bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan, yaitu bentuk kekerasan fisik dan kekerasan nonfisik. 

Kekerasan fisik seperti; pemukulan, pemerkosaan, sedang nonfisik seperti: penghinaan, kekerasan, subordinasi dan stereotype. Kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena sosial yang telah berlangsung lama dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di Indonesia. Jika selama ini kejadian pelecehan terhadap perempuan, sering terdengar dikarenakan lebih disebabkan adanya anggapan dalam masyarakat bahwa kekerasan perempuan merupakan peristiwa pelanggaran hak asasi manusia. 

Peristiwa yang menimpa perempuan itu berawal dari ketidakadilan gender, dan budaya patriarkhi yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Masyarakat telah memposisikan laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan sehingga terjadi dominasi satu pihak terhadap pihak lain. Selain itu, dampak dari ketidaktepatan dalam menafsirkan nash agama oleh para lelaki turut berpengaruh dalam membentuk pemahaman kedudukan perempuan dalam rumah tangga. (Alfi/Vika)

Posting Komentar

0 Komentar